Buahhaticerdas

Selengkapnya ada di sini!

Posted by: buahhaticerdas on: 6 November 2009

Sebagai wujud kreativitas dan pengembangan diri, blog ini beralih ke alamat: http://www.buahaticerdas.com/. Terima kasih atas perhatian Anda.

8 buku anak-500 herry

BUKU BARU: HERRY PRASETYO

Posted by: buahhaticerdas on: 6 November 2009

2 buku kembar BIP-kanaya500

Tiga Nilai Positif untuk Anak

Posted by: buahhaticerdas on: 2 Oktober 2009

Oleh: Herry Prasetyo

ILUSTRATOR: SUDINO

ILUSTRATOR: SUDINO

NILAI-NILAI positif dan hebat apakah yang dapat ditanamkan kepada anak sejak dini? Mungkin pertanyaan itu juga mampir di dalam kehidupan Anda. Saya pun demikian. Saya selalu mencari hal positif yang dapat saya tularkan dan tanamkan kepada anak-anak. Terus-menerus, karena saya yakin bahwa mendidik anak adalah sebuah proses yang sulit dicari batasnya kapan selesai. Dan, berikut ini beberapa butir yang dapat saya catat untuk ditanamkan kepada anak-anak.

Baca entri selengkapnya »

Bahasa Ibu dalam Mengatasi Perilaku Menyimpang Anak

Posted by: buahhaticerdas on: 30 September 2009

rosaOleh: Rosa Listyandari, S.S.

SETIAP ibu pasti pernah mendapati anaknya berperilaku menyimpang, misalnya suka mencubit teman, berkata-kata kotor, membolos, mencuri, dan lain sebagainya. Perilaku menyimpang pada anak harus disikapi dengan cara yang bijak, salah satunya melalui bahasa si ibu. Tentu saja hal ini disesuaikan dengan tahapan usia dan karakter si anak. Tiap anak pastilah memiliki “keistimewaan” tersendiri dalam hal keanehan atau perilaku menyimpangnya.

Ibu adalah orang yang pertama kali bertanggung jawab meluruskan penyimpangan perilaku buah hatinya. Bagaimana juga pertalian darah dan batin mereka tidak terbantahkan oleh apa pun. Setiap pasangan ibu dan anak mempunyai hubungan yang unik. Oleh karenanya, ibu haruslah cermat mengikuti perkembangan anak, dan taktis menghadapi gejala-gejala aneh si anak.

ibu dan anak 1

ilustrasi oleh Vincensia

1. Bahasa Lisan

Bahasa ini benar-benar diucapkan oleh mulut untuk didengar oleh telinga. Ibu berbicara dengan anak dari hati ke hati. Tanyakan pada anak mengapa ia berperilaku aneh, berbuat salah, dan sebagainya. Dengarkan penjelasan si anak. Setelah itu, ibu baru menjelaskan dampak buruknya dan menasihati dengan hati-hati. Nasihat diberikan seperlunya saja karena nasihat yang bertele-tele dirasa menyebalkan. Jika perilaku menyimpang tidak berubah, tegur sekali lagi dan berikan sanksi. Jurus terakhir, bentak satu kali saja, lalu diamkan dan berlalulah darinya beberapa saat. Ajarilah anak Anda berpikir mengapa ibu berbuat demikian, point ini harus kita peroleh.

Baca entri selengkapnya »

Mengasah Hobi Anak, Yuk!

Posted by: buahhaticerdas on: 28 September 2009

Foto0137Oleh: Herry Prasetyo

Jika Anda memiliki pengalaman dalam mendidik anak melalui hobi si buah hati, Anda dapat mengirimkan cerita pengalaman itu kepada redaksi buahhaticerdas. Berbagilah pengalaman yang positif kepada banyak pembaca agar kita sama-sama dapat memetik manfaat dalam mendidik anak menjadi cerdas dan bermental kuat.

ANAK-ANAK sangat antusias jika beraktivitas yang menyenangkan, ringan, dan mudah mereka lakukan. Salah satu aktivitas yang penuh sukacita itu adalah permainan dan hobi. Tulisan pendek ini sekadar mengingatkan guru dan orang tua tentang hobi apa saja yang dapat dikembangkan sejak dini dan si buah hati senang melakukannya.

Baca entri selengkapnya »

BUKU AKTIVITAS ANAK

Posted by: buahhaticerdas on: 26 September 2009

Oleh: Herry Prasetyo

cover tegak menulis 21x27 cm convertCover Warnai-Gunting-Tempel 2 convert

Mendongeng, Yuk!

Posted by: buahhaticerdas on: 26 September 2009

kak awam 04

Oleh: Awam Prakoso

Awam Prakoso, akrab dipanggil Kak Awam lahir di Blora Jawa tengah pada 18 Mei 1973 dari pasangan Taksisman HW dan Soekartini. Penampilannya selalu ditunggu oleh anak-anak karena setiap pertunjukan dongengnya selalu membawakan cerita yang menarik dan edukatif… (PROFIL lengkap Kak Awam, silakan baca di bagian terakhir tulisan ini).


Sejak zaman dahulu, dongeng sangat disukai, baik bagi orang dewasa yang membawakan dongeng maupun anak sebagai pendengarnya. Begitu menarikkah dongeng bagi kita dan anak-anak? Tentu saja, karena anak dan orang tua sama-sama dapat memetik manfaat yang tak terkira ketika dongeng dibacakan.

Manfaat buat orang tua adalah mendapatkan “anugerah” kedekatan dengan buah hati yang pasti sangat berbeda dengan aktivitas lainnya. Boleh dicoba ketika kita merencanakan untuk pergi tamasya sekeluarga agar kita dekat dengan anak. Memang, akan terjadi kedekatan orang tua dan anak saat jalan-jalan tamasya. Namun, di sisi lain sebenarnya anak ketika itu akan melupakan orang tuanya, karena anak dihadapkan pada sebuah objek permainan yang menggiurkan dan pemandangan yang mengasyikkan. Orang tua hanya akan menjadi pengasuh dan pembimbing agar anak tidak menemui bahaya.

Nah, sekarang boleh dicoba dengan mendongeng.

Setelah orang tua memahami isi cerita dan tokoh yang ada dalam dongeng, anak senantiasa merasakan emosi yang sedang bergejolak pada dongeng yang dibawakan orang tua. Anak akan tertawa ketika melihat sang ayah atau ibu melucu ketika sedang beraksi pada penokohan. Kadang anak akan ikut marah, sedih atau bahkan ikut merasa kesal. Dia akan ikut merasakan emosi yang sedang dibawakan oleh orang tuanya.

Di sisi lain, anak akan memetik pelajaran dari nilai-nilai akhlak dongeng yang didengarkan tanpa merasa digurui. Kenapa tanpa digurui? Terang saja dong. Coba saja ingat-ingat, berapa sering kita mengatakan “jangan, Nak…” ketika anak melakukan sesuatu yang menurut kita tidak baik. Dan coba ingat-ingat respons anak terhadap instruksi “jangan”. Anak akan merasa terbatasi ruang geraknya. Apakah anak akan melawan, atau anak akan berhenti karena takut.

kak awam 05

Kak Awam mendongeng di depan anak-anak

Imajinasi dan Kecerdasan Emosional

Dongeng selain mengenalkan nilai akhlak, juga mengembangkan cakrawala imajinasi dan kecerdasan emosional dan tentu saja ada hal yang penting seperti yang kita bahas di atas, bahwa akan terjalin kedekatan orang tua dan anak.

Baca entri selengkapnya »

BUKU AKTIVITAS ANAK

Posted by: buahhaticerdas on: 24 September 2009

buku 1 baca tulis 1buku 3 baca tulis 2buku 2 meningkatkan IQ anak

Membangun Pribadi Anak

Posted by: buahhaticerdas on: 24 September 2009

pribadi_01_03-iklan cover yes

Artikel diadaptasi sebagian kecil dari buku “Pribadi yang Menyenangkan”, Cetakan Ketiga, Pengarang: Herry Prasetyo, Penerbit Bhuana Ilmu Populer (BIP)-Kelompok Gramedia, Jakarta.

Orang tua nggak mau repot, bukan?”

SI BUAH HATI memiliki pribadi yang baik dan menyenangkan merupakan kebanggaan guru dan orang tua. Sebaliknya, jika anak sulit diatur, bandel, atau sulit diberi pemahaman, guru dan orang tua akan mengeluarkan energi ekstra untuk membantu si buah hati “memperbaiki” kepribadiannya. Oleh karena itu, sejak usia dini, orang tua dan guru perlu senantiasa membangun pribadi yang menyenangkan kepada anak-anak. Berikut ini beberapa pribadi menyenangkan yang dapat ditanamkan kepada anak-anak.

  • Pribadi yang Tulus

Pribadi anak-anak adalah pribadi yang masih bersih, jauh dari “pencemaran” perbuatan kurang baik yang dilakukan orang dewasa. Untuk itu, sangat tepat jika sejak dini ditanamkan suatu ketulusan kepada mereka, misalnya dalam hal “memberi”. Mengadaptasi ungkapan “lebih baik memberi daripada menerima” maka terapkanlah kepada anak bahwa ketika ia memberikan sesuatu kepada orang lain, harus dilandasi dengan ketulusan. Demikian juga ketika si buah hati memberi pertolongan juga harus dibarengi dengan ketulusan.

Baca entri selengkapnya »

Meningkatkan Inteligensia Anak

Posted by: buahhaticerdas on: 19 September 2009

Oleh: dr. Yahya Wardoyo, SKM

TOGA copyTINGKATKAN inteligensia anak Anda! Itulah mungkin yang sering Anda dengar bila ingin anak berhasil. Lalu, bagaimana caranya? Anda tentu berpikir sejenak dan ingin menjawab pertanyaan itu… demi anak Anda. Dan, apakah Anda sudah menemukan jawabannya… lalu menerapkannya untuk anak-anak.

Ya, meningkatkan inteligensia anak ada caranya. Bila Anda belum menemukannya, berikut ini beberapa butir yang bisa Anda coba. Bila Anda sudah tahu cara maupun tekniknya, butir-butir di bawah ini bisa memperkaya cara Anda.

Fokus Pandangan Anak

Pada usia sekitar 6 bulan, fokus pandangan anak sejauh 17-20 cm.

Jika Anda sedang mengasuhnya, dekatkan muka Anda sejauh itu agar ia bisa melihat wajah Anda dengan fokus. Pandanglah matanya, ajak ia tertawa, ajak bercakap-cakap. Lakukan dengan “santai” saja, jangan tegang. Dengan demikian, Anda dan anak akan menikmati “pengalaman” ini secara lebih sempurna dan mengasyikkan.

Jika Anda memegangnya terlalu jauh, pandangannya ke wajah Anda di luar fokusnya. Ia tidak dapat “belajar” secara optimal. Pertumbuhan jaringan sarafnya kurang intens. Ketika wajah Anda berada terlalu dekat dengan wajah anak, Anda tidak akan bisa fokus pada wajah anak; tidak apa, pakai pandangan netral (pandangan jauh), tetapi arahnya ke wajah anak, sebab kita sedang mementingkan fokus pandangan anak ke wajah kita, bukan sebaliknya.

Baca entri selengkapnya »

 

Desember 2009
S S R K J S M
« Nov    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Kategori

Arsip

Blog Stats

  • 745 hits